Jumat, 15 Oktober 2010

Pengen jadi "Buaya Darat"????

Sejarah istilah “buaya darat

Sejarahnya berawal dari desa Soronganyit:”Pada tahun 1971, di sebuah
daerah yang bernama Soronganyit yang terletak di sekitar Jember
tersebutlah terdapat sebuah tambak buaya, dan buayabuaya tersebut sudah mempunyai jadwal aktivitas yang rutin, kapan harus di darat dan kapan harus di air. Nah pada suatu hari pemilik tambak kehilangan satu ekor buaya jantan. Tentu saja satu desa gempar dan semua penduduk akhirnya ketakutan, mungkin karena takut dimangsa oleh buaya tersebut banyak penduduk yang melakukan hal yang aneh-aneh. Ada yang mengurung diri di rumah, ada yang ke dukun dll.

Pada bulan ketiga setelah kegemparan terjadi, akhirnya buaya tersebut ditemukan di salah satu desa tetangga, yang lingkungannya cukup tandus kering kekurangan air. Tetapi anehnya buaya tersebut bisa bertahan hidup tanpa air selama tiga bulan, hanya dengan cara mandi kucing dengan buaya
betina yang entah datang darimana, yang tentu saja bukan pasangannya
yang sah. Lebih parahnya lagi, betina yang baru ini ternyata seumuran
dengan anaknya sendiri, dasar buaya.
Maka sejak itu melalui word of mouth, dimulai dari desa Soronganyit,
jika sekiranya ada lelaki yang punya affair dengan perempuan yang bukan
pasangannya, maka dia disebut “lelaki buaya darat”.


Fakta dari buaya jantan


seekor buaya jantan faktanya merupakan hewan yang paling setia terhadap pasangannya, seekor buaya jantan hanya memiliki satu pasangan saja. Buaya jantan hanya akan kawin dengan betina yang sama seumur hidupnya. Bahkan jika sang betina mati terlebih dahulu, buaya jantan akan tetap menjaga janji setia sang pasangan dengan cara tidak akan mengawiini betina lain seumur hidupnya.


Setelah mengetahui sifat dari buaya jantan yang kemudian dijadikan simbol orang betawi untuk melambangkan kesetian, jelas istilah buaya darat tidaklah cocok di gunakan untuk pria yang senang menduakan pasangannya. Jadi Mulai sekarang seharusnya “buaya darat” digunakan untuk melambangkan seorang pria yang sangat setia kepada pasangannya. Setuju?

Jika “Buaya darat” tidak cocok untuk menyimbolkan seorang pria yang suka selingkuh, menurut anda kira-kira binatang apa dong yang cocok?

sumber; http://www.hilman.web.id/posting/dlog/192/kekeliruan-istilah-buaya-darat.html

Tidak ada komentar: